Minggu, 20 Oktober 2013

Kisah Sukses


SANG MANTAN MILYARDER DENGAN SIOMAY PINK

Seorang Pria kelahiran 21 Juli 1954 Klaten, Jawa Tengah ini bernama Sriyono. Ia mengawali karirnya pada tahun 1969 dengan merantau ke jakarta dengan menjadi seorang sales mobil. Pada saat itu entah mengapa dengan tiba-tiba ia sangat menyukai makanan yang bernama Siomay itu, lalu ia berniat untuk mempelajari cara untuk membuat makanan tersebut. Dia lantas berguru pada seorang keturunan Tiongkok asal Pulau Bangka. Orang inilah yang mengajari Sriyono membuat Siomay. Dengan penuh semangat tinggi, ia bekerja keras dan rela tidak di gaji demi mengetahui resep rahasia dan mengambil pelajaran dari sang penjual siomay itu. Beberapa tahun kemudian sang gurupun meninggal dengan mewariskan semua usaha siomaynya kepada Sriyono. Pada tahun 1980-an, Ia pun mulai memberanikan diri dengan berjualan siomay keliling dengan bermodalkan patungan dengan teman-temannya.
Karena usahanya yang gigih, tahun 1996, ia berhassil membuka sebuah otlet di kawasan elit Ibukota yaitu Plaza Senayan dengan berstatus bujang. Pendapatan bisnis siomaynya mencapai Rp 2 Milyar per tahun. Ia sempat menjadi satu-satunya pengusaha siomay yang meneken kontrak dengan gerai waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC). Dia menyuplai siomay di puluhan gerai KFC di Jakarta yang ketika itu memiliki menu khusus siomay tersendiri.
April 1999, ia menikahi  seorang putri polisi dan telah dikaruniai dua orang anak. Akan tetapi pernikahan mereka berdua menuai kontroversi karena orantua sang istri ternyata tidak menyetujui pernikahan tersebut. Pertengkaran-pertengkaran rumah tangga Sriyono benar-benar membuat konsentrasi pada bisnisnya pun menurun hingga membuat manajemen bisnis yang dimiliki Sriyono kolaps. Lalu Sriyono terpaksa memjual hak paten Siomay Senayan miliknya. Awal tahun 2004, istrinya menggugat cerai Sriyono dengan membawa pergi kedua anaknya. Dan sejak saat itupun ia tidak pernah bertemu dengan kedua buah  hatinya lagi.
Kerinduan untuk bertemu dengan kedua buah hatinya membuat Sriyono sulit untuk berkonsentrasi pada bisnisnya. Ia sempat menumpang tidur di sebuah masjid di kawasan Senayan. Di masjid itulah ia bertemu dengan salah satu jamaah yang rela memberikan modal kepada Sriyono untuk memulai  bisnis. Dengan hanya bermodalkan uang Rp 1 Juta, ia harus memutar otak dan akhirnya ia mendapat sebuah ide yang sangat brilian untuk usahanya. Yakni, kembali memulai usaha siomay keliling, tapi dengan berubah tampilan yang eksentrik.
 Sriyono pun memutuskan mengenakan warna pink sebagai seragam berjualan.  Sebelumnya postur tubuh yang gemuk dan perut buncitnya tidak membuat pria ini ragu untuk berpenampilan nyentrik. Ia nyentrik lantaran semua pakaiannya beratribut pink alias merah muda. Mulai dari topi, kaos ketat, kacamata, celana pendek, kaos kaki, dan sepatu. Tidak ada yang bukan pink, termasuk warna behel kawat gigi. Warna Pink adalah warna kesukaan buah hatinya. Ia mengambil ide tersebut dengan tujuan suatu saat nanti ia akan bisa bertemu dengan buah hatinya karena ia sangat merindukan sang buah  hatinya.


Begitulah Sriyono, menarik perhatian pembelinya dengan semua atribut dagangannya yang seerba pink. Tidak hanya dirinya yang berwarna pink, akan tetapi sepeda gowes, kantung tas untuk uang hingga, gerabah untuk tempat siomay yang dipanaskan pun ikut berwarna serba pink. Dan tak lupa ia membawa boneka teddy bear yang berwarna pink dikeranjang bagian depan sepeda dagangannya.
Siomay pink ini sudah dipatenkan dengan brand 'Siomay Yo Pink'. Sriyono berhasil menjual 200 porsi Siomay per hari. Dimana jumlah porsi tersebut akan bertambah 2 hingga 3 kali lipat jika hari libur telah tiba. Daya tarik siomat pink membuat betah para pencinta siomay Yo Pink berlama-lama. Bayangkan saja, pembebli bukan hanya bisa menikmati siomay yo pink saja, akan tetapi banyak pembeli atau pencinta siomay yo pink itu berfoto-foto dengan penjualnya.  Sriyono sebenarnya adalah mantan milyarder. Ia down saat keluarganya berantakan dan istrinya membawa anak-anaknya pergi.
Menjadi penjual siomay keliling dengan pakaian dan aksesori serba pink ini membuat Sriyono menjadi terkenal, terutama di dunia maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi bintang tamu di sebuah stasiun televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain sinetron. Semua itu dia lakukan demi bisa bertemu anaknya. Sriyono biasa berjualan di kawasan elit di Jalan Gandaria Tengah, Jakarta Selatan. Warga di sini telah akrab dengan Siomay Pink, mulai dari sopir bemo, satpam, tukang ojek, hingga anak-anak. Tidak hanya warga kota Jakarta, ia juga populer di kalangan komunitas entrepreneur. Berjualan dengan kostum dan perlengkapan mencolok serbapink, serta kegigihannya dalam berwirausaha, telah menjadi inspirasi tersendiri bagi para entrepreneur.
Kepopuleran siomay pink membuahkan hasil.

Di  Awal Januari 2010, sebuah televisi nasional berhasil mempertemukan Sriyono dengan anaknya. Kini omset dagangan siomay yo pink ini telah  mencapai Rp 1 Juta per hari.
Saat ini omset dagangannya telah mencapai Rp 1 juta per hari. Bahkan ada pengusaha lain yang menawari Sriyono untuk membuka franchise siomay Yo Pink di beberapa lokasi di Jakarta. “Saya hanya ingin anak saya bangga dengan bapaknya si penjual siomay berkaus pink ini. Saya akan bangkit demi putri-putri saya,” ujarnya. (Ciputraentrepreneurship.com)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar